kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

hewan terkuat di dunia..

leave a comment »

Ciri-ciri fisik:
Tardigrada sama sekali bukan beruang yang berbulu dan bertulang belakang, namun semacam hewan kecil yang tidak bertulang belakang. Ukuran hewan ini sangat kecil, antara 0,1 – 1,5 mm. Untuk melihatnya kita memerlukan bantuan mikroskop. Badannya beruas-ruas, berkaki empat pasang. Di ujung kakinya terdapat empat cakar yang tajam. Warna tubuhnya bervariasi, tergantung jenisnya. Ada yang transparan, putih, merah, kuning dan kecoklatan.

Penemu:
Tardigrada pertama kali didentifikasikan dan dideskripsikan pada tahun 1773 oleh Johann August Ephraim Goeze, seorang peneliti hewan sekaligus pastor dari Jerman.

Habitat:
Para ilmuwan telah menemukan Tardigrada di berbagai tempat di dunia, mulai dari pegunungan, di balik bongkah es, hutan hujan, perairan air asin dan air tawar, sampai gurun pasir. Ketinggian tertinggi yang diketahui ditinggali Tardigrada adalah 6.000 m di atas permukaan laut, sementara yang terendah ditemukan pada kedalaman 4.000 m di bawah permukaan laut.

Kehebatan:
Hal yang membuat hewan sekecil Tardigrada begitu istimewa adalah keahliannya bertahan di tengah berbagai kondisi ekstrim. Tardigrada bisa melalui “fase koma” seperti anoksibiosis dan kriptobiosis. Fase anoksibiosis adalah fase yang dilakukan Tardigrada yang hidup di darat ketika kondisi di sekitarnya dipenuhi air. Sedangkan fase kriptobiosis adalah fase yang dilakukan ketika kondisi di lingkungannya menjadi tidak menguntungkan semisal terlalu kering, kadar racun di sekitarnya meningkat, atau ketika suhu di lingkungannya terlalu tinggi/rendah. Begitu kondisi di sekitarnya sudah kembali menguntungkan, Tardigrada akan kembali beraktivitas seperti biasa.

Kemampuan lain Tardigrada yang luar biasa adalah kemampuannya menoleransi suhu yang sangat tinggi maupun sangat rendah. Tardigrada diketahui tetap hidup ketika direbus hidup-hidup dalam suhu 151 derajat Celcius selama beberapa menit dan disimpan dalam kondisi minus 200 derjat Celcius selama beberapa hari!

Tardigrada juga diketahui bisa tetap hidup dalam kondisi dengan kadar radioaktif relatif tinggi. Mereka diketahui bisa bertahan meskipun disinari sinar gama dengan dosis hingga 5.000. Raul M. May dari Universitas Paris juga menemukan bahwa Tardigrada baru bisa dibunuh jika disinari sinar X (sinar untuk keperluan Roentgen) hingga dosis 570.000. Sebagai pembanding, dosis sinar gamma sebesar 20 dan/atau dosis sinar X sebanyak 500 saja sudah berakibat fatal bagi manusia.

Studi yang dilakukan para ahli baru-baru ini juga menemukan bahwa Tardigrada bisa bertahan di luar angkasa! Pada bulan September 2008 yang lalu, sejumlah Tardigrada dikirim ke luar angkasa di mana keadaannya hampa udara, bebas gravitasi dan terkena paparan sinar ultraviolet matahari langsung selama kurang lebih 10 hari. Setelah kembali ke bumi, lebih dari 68% dari total Tardigrada yang dikirim ke luar angkasa masih hidup dan bisa bereproduksi secara normal.

Luar Biasa!!!!

Written by xavierifex2

Desember 22, 2009 pada 6:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: