kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

Hitler Kambing Hitam Sejarah?

leave a comment »

KOMPAS.com — Sepanjang kariernya di dunia perfilman yang sudah berlangsung sekitar 40 tahun, Oliver Stone lekat dengan karya kontroversial. Untuk kesekian kalinya, Oliver Stone bakal memproduksi film yang mengundang kontroversi. Oliver Stone merupakan sutradara film dan penulis skenario ternama asal Amerika Serikat yang meraup sukses dengan karya-karyanya. Termasuk di antaranya adalah tiga Oscar untuk Midnight Express (1978), Platoon (1986), dan Born on the Fourth of July (1989).

Kali ini, Oliver berencana menceritakan kembali sejarah abad ke-20 untuk membongkar ketidakakuratan narasi sejarah yang dikeluarkan sekolah-sekolah di Amerika serta media mainstream. Dalam acara perkumpulan Asosiasi Kritikus Televisi di Pasadena, Amerika Serikat, pada Sabtu ini, Oliver mengumumkan akan membuat sebuah film dokumenter Sejarah Rahasia Amerika Serikat (Secret History of America). Film tersebut rencananya berdurasi 10 jam dan akan ditayangkan di saluran kabel Showtime tahun ini.

Film dokumenter tersebut akan membahas beberapa figur yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat dunia, termasuk Mao Zedong, Stalin, dan Harry Truman. Namun, dipastikan yang bakal paling menggegerkan adalah interpretasi Oliver Stone terhadap figur Hitler.

Kepada Asosiasi Kritikus Televisi, Oliver mengatakan, “Kita tidak bisa menilai orang hanya sebagai sebagai ‘jahat’ atau ‘baik.’ [Hitler] adalah produk dari serangkaian tindakan, ia merupakan bagian dari sebab-akibat.”

Lontaran komentar Oliver Stone yang terlihat seperti berupaya untuk memperlihatkan sisi baik diktator Jerman ini mendorong kolaborator Stone dalam Sejarah Rahasia, Peter Kuznick, seorang dosen sejarah di American University di Washington, untuk menambahkan bahwa Oliver tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kita akan memberikan pandangan yang lebih positif tentang Hitler. Namun, kita akan menggambarkan Hitler sebagai suatu fenomena sejarah.

Bukan hanya Hitler, Stone juga bakal menempatkan Stalin dalam konteks. Menurut Stone, “Saya sangat paham (posisi) Stalin dan Hitler dan sangat mengerti sudut pandang mereka. Anda tidak dapat melakukan pendekatan sejarah kalau Anda tidak punya empati terhadap orang yang Anda benci.”

Menarik untuk ditunggu, bukan?

Written by avetheo

Januari 11, 2010 pada 8:09 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: