kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

Posts Tagged ‘es mencair

Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

with 29 comments

Es di Kutub Utara dikabarkan meleleh sangat cepat dan diperkirakan akan habis dalam waktu 30 tahun. Berdasarkan analisa perubahan kondisi di daerah setempat dengan menggunakan model komputer kompleks iklim dan cuaca, keadaan yang diramalkan terjadi pada akhir abad ini nampaknya akan berlangsung lebih cepat.

Perubahan jumlah massa es sangat penting karena permukaan berwarna putih memantulkan cahaya Matahari ke Bumi. Ketika es tergantikan dengan lautan gelap di mana cahaya matahari tak dapat diserap, akan terjadi pemanasan air dan Bumi.

“Kutub Utara sering disebut sebagai lemari es Bumi karena membantu mendinginkan suhu di planet ini dengan memantulkan radiasi Matahari kembali ke Bumi. Jika masa es berkurang, panas matahari akan diserap oleh lautan, hal ini akan berdampak pada pemanasan suhu air dan udara,” ujar Muyin Wang dari Joint Institute Study of Atmosphere and Ocean, seperti dilansir Associated Press, Jumat (3/4/2009).

Perubahan cuaca juga dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pemakaian bahan bakar fosil dan lainnya. Masalah ini mendapat perhatian serius pada pemerintahan Obama sebagai bagian dari kesepakatan G20 yang diselenggarakan di London.

Dengan hilangnya lautan es, temperatur pusat Kutub Utara pada musim dingin tahun 2005 hingga 2008 lebih besar dari lima derajat Celcius yaitu menjadi 9 derajat Fahrenheit dan diperkirakan pada 2070 nanti, temperatur Kutub Utara akan semakin meningkat.

Para ilmuwan memperkirakan daerah musim panas yang tertutup es berkurang dari 2,8 juta mil kuadrat persegi menjadi 620.000 mil kuadrat dalam rentang waktu 30 tahun.

Berdasarkan keterangan dari National Snow and Ice Data Center, tahun lalu luas daerah tersebut minimal 1,8 juta mil kuadrat pada September, luas area terendah kedua yaitu pada 2007 dengan minimal luas area sebesar 1,65 juta mil.

Lautan Antartika mencapai titik musim dingin maksimum tahun ini yaitu 5,8 juta mil pada 28 Februari. Artinya 278.000 mil kuadrat di bawah rata-rata selama tahun 1979 sampai 2000. yang merupakan titik terendah kelima. Sementara titik maksimal terendah keenam terjadi pada enam tahun terakhir sejak 1979.

Written by xavierifex2

Januari 8, 2010 at 6:52 am

Ditulis dalam geologi

Tagged with , ,

ada samudera di dalam perut bumi???

leave a comment »

Ketika ilmuwan memayar (scan) di kedalaman bagian dalam bumi menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan kutub utara. Yang tampak di sisi kiri gambar atas adalah sebuah gambar bidang singgung gambar sebelah kanan, menampakkan ketidaknormalan atenuasi (pelemahan) gelombang kejut dalam mesofer di kedalaman 620 mil di bawah tanah. Di antara kedua gambar tersebut, warna merah menerangkan lapisan batuan yang luar biasa lemah dan gembur, dan dianggap bagian dalamnya banyak mengandung air, sedangkan warna biru menerangkan batuan yang luar biasa keras (warna putih dan kuning terletak di tengah-tengah).

Untuk pertama kalinya manusia menemukan sistem air raksasa di mesosfer bagian dalam.
Menurut laporan life science com, bahwa ketika memayar di kedalaman bagian dalam bumi, ilmuwan menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan Kutub Utara. Ini adalah kali pertamanya manusia menemukan sebuah sistem air raksasa di mesofer bagian dalam.

Temuan ini adalah hasil penelitian bersama ahli geologi dari Universitas Washington yakni Michael Wysession dengan Jesse Lawrence, mahasiswanya dari Universitas California, dan temuan ini akan dipublikasikan di monograf terbitan lembaga geofisika Amerika. Mereka berdua telah mengalisis bersama grafik gelombang kejut sebanyak hampir 600.000 bagian (catatan gelombang kejut yang muncul ketika gempa bumi melintasi bumi, dikumpulkan dari peralatan yang tersebar di berbagai daerah di dunia).

Mereka mendapati, bahwa gelombang gempa di bawah daratan Asia memperlihatkan fenomena yang lemah, selain itu kecepatannya juga sedikit melamban, Wysession mengatakan : “Air dapat memperlambat kecepatan gelombang gempa, sejumlah besar tanda-tanda melamban dan melemahnya hal tersebut dapat memprediksi di mana terdapat air.”
Menurut perhitungan sebelumnya, bahwa ketika lapisan batuan dingin tenggelam ke dalam mesofer di bawah tanah sedalam ribuan km, suhu tinggi di kedalaman bawah tanah akan mengeluarkan uap air dalam lapisan batu tersebut.
Wysession menuturkan : “Itulah yang akan kami tunjukkan di sini, air dalam lapisan batuan tersebut tenggelam bersama lapisan batuan dasar laut dan air itu sangat dingin, namun seiring dengan membesarnya tingkat kedalaman, suhu akan mulai naik, dan lapisan batuan mulai tidak stabil, dan kehilangan air yang terkandung di dalamnya.” kemudian air mulai naik dan masuk ke daerah timbunan, dan di sana menjadi daerah jenuh air, namun di sana sekilas tampak tetap seperti lapisan batuan padat, dan hanya dengan meletakkannya dalam laboratorium Anda baru dapat menemukan air di dalamnya.”

Meski sekilas mereka tampak seperti batuan padat, sebanyak 15 % dalam beberapa batuan dasar laut adalah air. Wysession menuturkan: “Konkretnya, air berada dalam struktur mineral batuan. Ketika Anda memanaskannya, ia akan menghilangkan air, sama seperti Anda membakar sepotong tanah liat, bisa menghilangkan semua air di dalamnya.”
Peneliti memprediksikan, bahwa di daerah-daerah permukaan bumi yang diselimuti air, cukup 0.1 % lapisan batuan tenggelam ke dalam mesofer sudah bisa menghasilkan volume air yang setara dengan satu lautan Kutub Utara.
Wysession menamakan struktur bawah tanah yang baru ini sebagai “Beijing abnormal”, sebab ia ditemukan di bawah Kota Beijing, China, yang nilai resesi gelombang gempanya terbesar. Pertama kali Wysession memakai istilah ini dalam sebuah penjelasannya di Universitas Beijing.
Menurut Wysession : “Mereka merasa sangat menarik, ancaman gempa bumi China jauh lebih besar dibanding daerah lain di dunia, karena itu mereka sangat tertarik pada seismologi.”

Sebanyak 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, air-air ini memiliki banyak manfaatnya, satu di antaranya adalah memainkan peranan “pelicin” bagi pergerakan lempeng daratan.

Coba lihat Venus kita, di mana menurut Wysession, bagian dalamnya sangat panas dan ekstrem kering, ia tidak memiliki struktur lempeng, semua air yang ada mungkin telah di-evaporasi (menguap), tidak ada lempeng, dan seluruh sistemnya ditutup.

Written by xavierifex2

Januari 8, 2010 at 6:50 am

Ditulis dalam geologi

Tagged with , , , , ,