kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

Posts Tagged ‘kiamat

Secara Sains, Isu Kiamat 2012 Hanya Isapan Jempol…

with 3 comments

KOMPAS.com – Film 2012 yang ditayangkan di bioskop menyita perhatian publik di tanah air. Meskipun larangan menonton muncul dari Majelis Ulama Indonesia di berbagai daerah, antrean panjang calon penonton justru kian panjang.

Publik semakin penasaran, sementara di lain pihak MUI khawatir film ini bisa mengguncang keyakinan iman penonton. Titik kontroversi dari film Hollywood ini tidak lain adalah adegan kiamat yang menjadi pesan cerita film ini.

Padahal, jika dikaitkan dengan kajian sains, film ini tidak lain berangkat dari isapan jempol belaka. Ide kiamat di film ini berangkat dari ramalan Suku Maya bahwa pada 21 Desember 2012 akan terjadi kiamat di bumi.

Avivah Yamani dari Langit Selatan menepis ramalan ini. Ia mengatakan, prediksi kiamat bangsa Maya pada 21-12-2012 tidak lain karena di tanggal itu adalah akhir dari siklus kalender. Atau, dengan kata lain kehabisan angka. Sebab, penanggalan Maya berlandaskan sistem bi-desimal (bilangan 20).

Kejanggalan lain adalah mengenai bergesernya kerak dan lempeng bumi secara ekstrim akibat pengaruh badai Matahari seperti yang digambarkan di film itu. Di 2012 digambarkan bahwa lidah Matahari dapat menghasilkan neutrinos, yaitu semacam gelombang microwave yang dapat memanaskan suhu inti bumi.

Padahal, seperti yang diungkapkan Dhani Herdiwijaya, ahli Fisika Matahari dari Institut Teknologi Bandung, lidah Matahari adalah fenomena umum yang terjadi sepanjang siklus keaktifan Matahari selama 11 tahun. Aktifnya Matahari ini ditandai dengan kemunculan bintik hitam di permukaan.

Saat bintik hitam muncul, di perut Matahari terjadi rotasi aliran massa yang dapat mempengaruhi gaya medan magnetnya. Pada puncak aktivitasnya, medan magnet ini berpusar hingga menembus ke lapisan fotosfer.

Temperaturnya 4.000 4.500 derajat Kelvin, sangat kontras dengan suhu di sekelilingnya sebesar 5.800 derajat Kelvin. Aktivitas medan magnetik yang kuat di bintik matahari ini dapat memanaskan lapisan kromosfer Matahari dan menimbulkan flare (ledakan cahaya) dan Corona Mass Injection (CME).

Aktivitas Flare dan CME yang tinggi bisa menimbulkan badai antariksa. Partikel-partikel terlontar yang sampai ke bumi berdampak signifikan pada iklim di Bumi dan dapat juga menimbulkan badai magnetik yang bisa menganggu komunikasi radio.

Pendinginan global

Yang jadi persoalan, ucapnya, saat ini tengah terjadi kecenderungan penurunan aktivitas Matahari. Tingkat radiasi medan magnetik Matahari terus turun. Kini berada di titik minimal. Dalam beberapa tahun terakhir, bintik matahari juga sangat jarang terbentuk.

Untuk itu, ia merasa tidak yakin jika di 2012 bakal terjadi badai Matahari ekstrim seperti yang dispekulasikan masyarakat. Yang orang-orang tahu saat ini, Bumi tengah terjadi pemanasan global. “Padahal, sebetulnya, kita juga tengah menghadapi kemungkinan kondisi global cooling,” ujar Dhani kemudian.

Jadi, jika pun terjadi kiamat, itu bisa jadi karena kita tidak dapat menggunakan peralatan telepon, televisi, dan jaringan komunikasi, secara sementara akibat pengaruh serangan gelombang elektromagnetik dari badai Matahari. Itu pun jika terjadi…

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:39 pm

Ditulis dalam Pengetahuan

Tagged with ,

Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

with 29 comments

Es di Kutub Utara dikabarkan meleleh sangat cepat dan diperkirakan akan habis dalam waktu 30 tahun. Berdasarkan analisa perubahan kondisi di daerah setempat dengan menggunakan model komputer kompleks iklim dan cuaca, keadaan yang diramalkan terjadi pada akhir abad ini nampaknya akan berlangsung lebih cepat.

Perubahan jumlah massa es sangat penting karena permukaan berwarna putih memantulkan cahaya Matahari ke Bumi. Ketika es tergantikan dengan lautan gelap di mana cahaya matahari tak dapat diserap, akan terjadi pemanasan air dan Bumi.

“Kutub Utara sering disebut sebagai lemari es Bumi karena membantu mendinginkan suhu di planet ini dengan memantulkan radiasi Matahari kembali ke Bumi. Jika masa es berkurang, panas matahari akan diserap oleh lautan, hal ini akan berdampak pada pemanasan suhu air dan udara,” ujar Muyin Wang dari Joint Institute Study of Atmosphere and Ocean, seperti dilansir Associated Press, Jumat (3/4/2009).

Perubahan cuaca juga dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pemakaian bahan bakar fosil dan lainnya. Masalah ini mendapat perhatian serius pada pemerintahan Obama sebagai bagian dari kesepakatan G20 yang diselenggarakan di London.

Dengan hilangnya lautan es, temperatur pusat Kutub Utara pada musim dingin tahun 2005 hingga 2008 lebih besar dari lima derajat Celcius yaitu menjadi 9 derajat Fahrenheit dan diperkirakan pada 2070 nanti, temperatur Kutub Utara akan semakin meningkat.

Para ilmuwan memperkirakan daerah musim panas yang tertutup es berkurang dari 2,8 juta mil kuadrat persegi menjadi 620.000 mil kuadrat dalam rentang waktu 30 tahun.

Berdasarkan keterangan dari National Snow and Ice Data Center, tahun lalu luas daerah tersebut minimal 1,8 juta mil kuadrat pada September, luas area terendah kedua yaitu pada 2007 dengan minimal luas area sebesar 1,65 juta mil.

Lautan Antartika mencapai titik musim dingin maksimum tahun ini yaitu 5,8 juta mil pada 28 Februari. Artinya 278.000 mil kuadrat di bawah rata-rata selama tahun 1979 sampai 2000. yang merupakan titik terendah kelima. Sementara titik maksimal terendah keenam terjadi pada enam tahun terakhir sejak 1979.

Written by xavierifex2

Januari 8, 2010 at 6:52 am

Ditulis dalam geologi

Tagged with , ,

ada samudera di dalam perut bumi???

leave a comment »

Ketika ilmuwan memayar (scan) di kedalaman bagian dalam bumi menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan kutub utara. Yang tampak di sisi kiri gambar atas adalah sebuah gambar bidang singgung gambar sebelah kanan, menampakkan ketidaknormalan atenuasi (pelemahan) gelombang kejut dalam mesofer di kedalaman 620 mil di bawah tanah. Di antara kedua gambar tersebut, warna merah menerangkan lapisan batuan yang luar biasa lemah dan gembur, dan dianggap bagian dalamnya banyak mengandung air, sedangkan warna biru menerangkan batuan yang luar biasa keras (warna putih dan kuning terletak di tengah-tengah).

Untuk pertama kalinya manusia menemukan sistem air raksasa di mesosfer bagian dalam.
Menurut laporan life science com, bahwa ketika memayar di kedalaman bagian dalam bumi, ilmuwan menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan Kutub Utara. Ini adalah kali pertamanya manusia menemukan sebuah sistem air raksasa di mesofer bagian dalam.

Temuan ini adalah hasil penelitian bersama ahli geologi dari Universitas Washington yakni Michael Wysession dengan Jesse Lawrence, mahasiswanya dari Universitas California, dan temuan ini akan dipublikasikan di monograf terbitan lembaga geofisika Amerika. Mereka berdua telah mengalisis bersama grafik gelombang kejut sebanyak hampir 600.000 bagian (catatan gelombang kejut yang muncul ketika gempa bumi melintasi bumi, dikumpulkan dari peralatan yang tersebar di berbagai daerah di dunia).

Mereka mendapati, bahwa gelombang gempa di bawah daratan Asia memperlihatkan fenomena yang lemah, selain itu kecepatannya juga sedikit melamban, Wysession mengatakan : “Air dapat memperlambat kecepatan gelombang gempa, sejumlah besar tanda-tanda melamban dan melemahnya hal tersebut dapat memprediksi di mana terdapat air.”
Menurut perhitungan sebelumnya, bahwa ketika lapisan batuan dingin tenggelam ke dalam mesofer di bawah tanah sedalam ribuan km, suhu tinggi di kedalaman bawah tanah akan mengeluarkan uap air dalam lapisan batu tersebut.
Wysession menuturkan : “Itulah yang akan kami tunjukkan di sini, air dalam lapisan batuan tersebut tenggelam bersama lapisan batuan dasar laut dan air itu sangat dingin, namun seiring dengan membesarnya tingkat kedalaman, suhu akan mulai naik, dan lapisan batuan mulai tidak stabil, dan kehilangan air yang terkandung di dalamnya.” kemudian air mulai naik dan masuk ke daerah timbunan, dan di sana menjadi daerah jenuh air, namun di sana sekilas tampak tetap seperti lapisan batuan padat, dan hanya dengan meletakkannya dalam laboratorium Anda baru dapat menemukan air di dalamnya.”

Meski sekilas mereka tampak seperti batuan padat, sebanyak 15 % dalam beberapa batuan dasar laut adalah air. Wysession menuturkan: “Konkretnya, air berada dalam struktur mineral batuan. Ketika Anda memanaskannya, ia akan menghilangkan air, sama seperti Anda membakar sepotong tanah liat, bisa menghilangkan semua air di dalamnya.”
Peneliti memprediksikan, bahwa di daerah-daerah permukaan bumi yang diselimuti air, cukup 0.1 % lapisan batuan tenggelam ke dalam mesofer sudah bisa menghasilkan volume air yang setara dengan satu lautan Kutub Utara.
Wysession menamakan struktur bawah tanah yang baru ini sebagai “Beijing abnormal”, sebab ia ditemukan di bawah Kota Beijing, China, yang nilai resesi gelombang gempanya terbesar. Pertama kali Wysession memakai istilah ini dalam sebuah penjelasannya di Universitas Beijing.
Menurut Wysession : “Mereka merasa sangat menarik, ancaman gempa bumi China jauh lebih besar dibanding daerah lain di dunia, karena itu mereka sangat tertarik pada seismologi.”

Sebanyak 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, air-air ini memiliki banyak manfaatnya, satu di antaranya adalah memainkan peranan “pelicin” bagi pergerakan lempeng daratan.

Coba lihat Venus kita, di mana menurut Wysession, bagian dalamnya sangat panas dan ekstrem kering, ia tidak memiliki struktur lempeng, semua air yang ada mungkin telah di-evaporasi (menguap), tidak ada lempeng, dan seluruh sistemnya ditutup.

Written by xavierifex2

Januari 8, 2010 at 6:50 am

Ditulis dalam geologi

Tagged with , , , , ,

Menurut NASA kiamat bukan 2012 tp 2036

with 5 comments

NASA menyatakan bahwa pada tanggal 13 April 2029, asteroid Apophis akan melintas ke dalam jalur 40.000 satelit yang mengorbit di sekitar bumi.

Bila asteroid tersebut menabrak satelit di tahun 2029, maka akan menyebabkan pergesaran lintasan asteroid tersebut, dan pada orbit berikutnya akan menabrak bumi di tahun 2036.

Asteroid Apophis yang masuk ke atmosfir bumi akan menciptakan bola besi dan iridium selebar 320 meter dengan berat 200 milyar ton yang akan jatuh ke samudera atlantis.
Benturan dengan asteroid akan menciptakan gelombang tsunami raksasa, menghancurkan pesisir pantai maupun daratan, selain itu juga akan menciptakan awan debu tebal yang akan membuat angkasa gelap gulita.
Sepertinya sejarah umat manusia akan diakhiri dengan cara yang sama seperti punahnya dinosaurus, yaitu dengan tabrakan asteroid.

Peluang asteroid tersebut untuk menabrak bumi adalah 1:450. Namun gencarnya peluncuran satelit yang dilakukan berbagai negara akhir-akhir ini tampaknya bakal memperbesar peluang kiamat, sebab makin besar pula kemungkinan Apophis untuk menabrak satelit dan membelokkan jalur asteroid tersebut ke bumi.

Written by xavierifex2

Januari 8, 2010 at 6:45 am

Ditulis dalam luar angkasa

Tagged with , , , , ,