kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

Posts Tagged ‘ponsel

Inilah Alat Penyadap Ponsel

with 2 comments

LAS VEGAS, KOMPAS.com – Perusahaan Taser, yang umumnya dikenal untuk alat penyengat listriknya, telah membuat alat untuk memonitor penggunaan ponsel.

Taser ingin membantu para orang tua untuk mengambil alih pengaturan ponsel anak-anaknya.

“Intinya kami membawa cara pengasuhan tradisional ke dunia yang serba mobile ini,” kata pimpinan dan sekaligus pendiri Taser, Tom Smith, di pertunjukan elektronik konsumen di Las Vegas, Jumat (8/1/2010), ketika perusahaannya itu meluncurkan produk baru tersebut.

“Karena dengan memberikan ponsel pada anak anda, anda tak tahu dengan siapa mereka bicara, SMS atau gambar apa yang mereka kirim, dan lainnya,” ujar Smith.

Alat yang dinamakan “Mobile Protector” itu bisa memperlihatkan segala panggilan dan pesan yang keluar masuk ponsel anak anda pada layarnya, lalu anda bisa mendengarkan pembicaraannya atau memblok nomor-nomor tertentu. Alat itu bisa disambungkan ke komputeratau telepon rumah anda.

“Awalnya anda bisa mengendalikan sepenuhnya, tapi seiring sang anak makin dewasa dan bisa dipercaya maka anda bisa mulai melonggarkan kendali,” kata Smith.

Alat itu bisa memberi tanda bila nomor tak dikenal masuk ke ponsel anak anda. “Tinggal klik satu tombol anda bisa memblok panggilan itu, atau bahkan mengambil alih menjawab dulu sebelum diteruskan ke ponsel anak anda.” Sementara nomor-nomor yang sudah masuk daftar ‘OK’ tak akan memunculkan peringatan lagi.

Tapi, menurut Smith, kalau untuk menguping ke pembicaraan ponsel anak anda, akan ada peringatan juga di ponselnya, karena ini bukan alat untuk memata-matai, tetapi memerlukan kerja sama dua arah.  Segala SMS dan MMS juga bisa disaring.

Alat ini juga bisa menon-aktifkan ponsel anak anda untuk sementara. Jadi kalau anak anda bandel salah satu pilihan tindakan disiplin selain menyuruhnya ke kamar adalah menon-aktifkan ponselnya, dan anda tak perlu repot berdebat dan bergulat merebut ponselnya lagi, cukup dimatikan dari “Mobile Protector” saja.

Bahkan perangkat GPS juga memungkinkan melacak keberadaan anak anda lewat ponselnya. Jadi selain untuk mengawasi perilaku anak anda, alat ini juga bisa berguna di keadaan darurat seperti untuk melacak anak yang hilang.

“Saya bisa melihat catatan data dan alat ini bisa memperlihatkan tempat terakhir ponsel anak anda terlacak, dan juga panggilan dan SMS terakhir.”

Iklan

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:53 pm

Ditulis dalam Pengetahuan

Tagged with , , ,

Mengajar Pakai Ponsel, Asyik Lho

leave a comment »

WESLEY CHAPEL, KOMPAS.com – Murid-murid SMA itu duduk menunggu tugas dari guru bahasa Spanyol mereka, Ariana Leonard. “Keluarkan ponsel kalian,” katanya dalam bahasa Spanyol.

Para remaja itu pun mengeluarkan berbagai ponsel warni, tak ketinggalan iPhone dan SideKick. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok lalu Leonard mengirimi mereka SMS berbahasa Spanyol, “Temukan sesuatu yang hijau,” ; “Pergi ke kantin,” ; “Berfotolah bersama sekertaris sekolah.”

Kelas Leonard di SMU Wiregrass Ranch, di Wesley Chapel, yaitu daerah kelas menengah di pinggir kota Florida, 30 mil di utara Tampa, madalah salah satu kelas di Amerika yang mulai meninggalkan peraturan lama yang melarang penggunaan ponsel selama belajar.

Mereka , dan malah menggunakan teknologi ini untuk pembelajaran di kelas. Pelajaran kosa kota bahasa Spanyol dikemas dalam permainan perburuan secara digital. SMS juga digunakan untuk mengingatkan siswa untuk menyelesaikan PR.

“Saya bisa melakukan berbagai hal dengan ponsel saya, jadi mengapa tidak dipakai untuk mengajar juga?” tutur Leonard, “Sesuatu seperti ponsel yang sehari-hari mereka pakai bersenang-senang, bisa memberikan mereka alternatif baru untuk belajar di luar kelas.”

Selama ini sangat dikhawatrikan bahwa para siswa bisa menggunakan ponsel untuk mencontek atau mengambil foto yang tak senonoh. Tapi seiring teknologi ini menjadi lebih murah, lebih canggih, dan lebih mendarah-daging dalam kehidupan para siswa maka mentalitas itu mulai berubah juga.

“Cara ini memanfaatkan kecintaan anak-anak pada teknologi terkini,” kata Dan Domevech, direktur dari lembaga nirlaba Asosiasi Amerika untuk Administrator Sekolah. “Anak-anak lebih termotivasi untuk memakai ponsel mereka untuk tujuan yang mendidik.”

Ponsel kini bisa disamakan dengan komputer kecil – bisa mengecek email, melakukan pencarian on-line, dan merekam podcast. Sementara kebanyakan sekolah di daerah tak mampu memberikan komputer untuk tiap murid.

“Karena banyaknya berita tentang pelarangan ponsel dan betapa negatifnya pengaruh ponsel, kebanyakan orang tak berpikir bahwa ponsel bisa dipakai secara positif dan mendidik,” kata Liz Kolb, pengarang buku “From Toy to Tool: Cell Phones in Learning” (Dari Mainan jadi Alat: Ponsel untuk Pembelajaran).

Bahkan pihak-pihak yang memiliki kebijakan anti-ponsel yang ketat juga mengakui bahwa suatu saat mereka harus berubah.

“Kami tak bisa menghindarinya,” kata Bill Husfelt, pengawas dari sekolah-sekolah daerah Bay County, daerah utara Florida dimana 27,000 siswa tak diperbolehkan memakai ponsel di sekolah. “Tapi terlebih dahulu kita harus lebih memikirkan cara untuk mencegah penyalahgunaan ponsel.”

71 persen remaja di Amerika telah tercatat memiliki ponsel sejak awal 2008, menurut survei dari proyek ‘Internet dan Kehidupan Amerika’ oleh pusat penelitian Pew. Persentase itu konsisten terhadap variasi ras, pendapatan, atau faktor demografis lainnya. Sementara banyak sekolah terhitung ‘gap-tek’ dibanding rumah tangga yang sudah memiliki jaringan intranet, internet nirkabel, dan tiap anggota keluarga sudah memiliki smartphone.

Kebanyakan sekolah masih membatasi pemakaian ponsel – dan memang alasannya kuat. Di daerah pengawasan Husfelt, tujuh siswa baru-baru ini ditindak karena berkelahi di kampus, yang menurut Husfelt dipicu dari SMS.

Di bagian lainnya di Amerika, sejumlah remaja telah ditangkap karena melakukan “sexting” – yaitu mengambil foto tak senonoh lalu menyebarkannya lewat ponsel. Para siswa juga memakai ponsel untuk mencontek. Dalam suatu polling, lebih dari 35 persen remaja mengaku pernah mencontek lewat ponsel.

Tapi ponsel kini begitu menjamur sehingga repot untuk disita semua oleh guru.

“Menyita ponsel dan menghadapi sang siswa menyebabkan konflik,” kata Husfelt, “ini terlalu mengganggu.”

Para guru yang telah memakai ponsel dalam pembelajaran dalam kelas mereka mengaku bahwa kebanyakan murid taat pada peraturan mereka. Mereka mengingatkan bahwa kecurangan dan pertengkaran antara siswa pasti ada dengan atau tanpa ponsel, dan kalau ponsel diperbolehkan, keinginan untuk penyalahgunaan bisa berkurang.

“Anak-anak bisa curang dengan kertas dan bolpen. Mereka saling bertukar contekan,” kata Kipp Rogers, kepsek dari Passage Middle School,  Virginia, “pastinya kertas tak bisa dilarang.”

Rogers mulai memakai ponsel sebagai alat di institusinya beberapa tahun lalu, ketika ia mengajar kelas matematika dan kekurangan kalkulator untuk ujian. Ia membiarkan para muridnya memakai ponsel. 12 kelas, termasuk matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, kini memakai ponsel sebagai alat bantu. Para siswa bisa melakukan riset lewat

SMS atau internet di ponsel. Para guru bisa membuat blog (web log, catatan di situs internet). Para siswa bisa bisa memakai kamera ponsel untuk mengambil foto dan memasukkannya pada tugas sekolah.

Kelas-kelas itu seringkali dibagi beberapa kelompok, kalau-kalau ada beberapa siswa yang tak memiliki ponsel.

Di Pulaski, Wisconsin, kira-kira 210 km di utara Milwaukee, seorang guru bahasa Spanyol, Katie Titler telah menugaskan para siswanya untuk merekam suara masing-masing di ponsel untuk ujian wacana.

“Khususnya untuk pelajaran bahasa asing, cara ini sangat baik untuk menilai kemampuan bicara secara formal atau informal, yang mana sulit dilakukan secara rutin karena besarnya kelas dan keterbatasan waktu,” jelas Titler.

Jimbo Lamb, seorang guru matematika di suatu sekolah sekitar Annville-Cleona, di selatan Pennsylvania Tengah, menyuruh para siswa menjawab pertanyaan lewat ponsel mereka dalam suatu situs polling internet. Dengan seketika ia bisa tahu jumlah siswa yang paham.

“Teknologi ini membantu para guru agar lebih produktif,” katanya.  

Anda para guru di Indonesia, tertarik untuk meniru ?

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:40 pm

Ditulis dalam Pendidikan, ponsel

Tagged with , , ,

Tips agar Baterai Ponsel Tetap Awet dan Kuat!!!

with 4 comments

Setiap vendor ponsel telah mendesain daya tahan baterai ponsel dalam waktu tertentu. Biasanya itu hanya hitung-hitungan umum. Sebab, walau bagaimanapun, daya tahan baterai ponsel Anda sebetulnya tergantung cara Anda memakai ponsel.

Tapi Anda sebetulnya bisa menghemat baterai ponsel agar–paling tidak–bisa menyamai standar pabrik. Berikut ini beberapa tipnya.

DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER

Biang Kerok yang Menghabiskan Baterai

Ada beberapa kebiasaan atau perlakuan terhadap ponsel yang cenderung membuat baterai boros tenaga, yaitu:

1. Cahaya

Pabrik mendesain cahaya untuk menyinari keypad dan layar ponsel. Terbiasa membiarkan lampu keypad menyala pada siang hari bolong adalah tindakan yang memboroskan tenaga baterai. Demikian juga apabila tingkat kecerahan layar terlalu tinggi (setelan yang lebih bermanfaat di malam hari)

2. Nada Getar

Jangan salah, getar pada ponsel justru bikin boros baterai.

* GPRS aktif terus-menerus. Akses Internet di ponsel melalui GPRS memang menyenangkan, tapi koneksi ini cukup menguras tenaga baterai.

* Suara/nada keypad. Ini juga termasuk penyerap energi.

* Memakai ponsel untuk bermain game atau memutar musik digital dan video akan menguras tenaga baterai.

Mulai Menghemat

* Jangan aktifkan nada getar bila tak perlu, kecuali bila Anda berada di tempat yang membutuhkan suasana senyap, misalnya di tengah peribadahan, rapat, atau belajar. Untuk menonaktifkan getar secara cepat, cukup dengan menekan tombol pagar (#) selama kurang-lebih tiga detik. Ponsel akan otomatis mengaktifkan mode senyap.

* Nonaktifkan cahaya keypad dan redupkan cahaya layar.

Cara paling umum: dari Menu ke Settings. Lalu pilih Display dan akhirnya ke Brightness. Turunkan tingkatnya sampai 50 persen. Untuk keypad, dari Settings ke Keypad Light.

* Nonaktifkan GPRS kalau sedang tak mengakses Internet atau chatting. Lain halnya apabila menjadikan ponsel sebagai modem, kita bisa berinternet sambil mengisi ulang tenaga baterai.

* Rasanya tak perlu mengaktifkan nada keypad, kecuali saat Anda mungkin sedang berada di keramaian. Untuk menonaktifkannya, dari Menu ke Settings lalu pilih Sound&Alert. Pilih Silent untuk Keypad Tone (atau Sound pada beberapa model ponsel).

Tip Lain untuk Menghemat

* Ponsel adalah perangkat yang akan terus-menerus mencari sinyal dan ini membutuhkan tenaga baterai. Bila memang Anda berada di kawasan minus sinyal seluler, ada baiknya matikan saja ponsel Anda.

* Memakai Repeater. Bila berada di tempat terpencil dengan kualitas sinyal ada dan tiada, sebaiknya pakai repeater, perangkat untuk memperkuat penangkapan sinyal.

* Bluetooth juga menguras baterai, nonaktifkan bila tak perlu.

* Sama halnya dengan Bluetooth, infrared juga menguras baterai. Matikan bila tak perlu.

* Nonaktifkan aplikasi-aplikasi yang tak digunakan

Merawat Baterai

* Letakkan ponsel di tempat dengan temperatur normal agar baterai tak rusak lantaran suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Meletakkan ponsel pada dashboard mobil yang disiram terik matahari adalah perilaku buruk. Demikian juga meletakkan ponsel di atas laptop atau console game yang panas tubuhnya.

* Segera cabut charger jika baterai sudah terisi penuh.

* Isi ulang baterai sampai benar-benar penuh, kebiasaan mencabut lalu mengisi ulang berkali-kali akan membuat usia baterai rontok. Demikian juga bila membiarkan baterai habis dalam waktu lama

Written by xavierifex2

Desember 22, 2009 at 9:59 am

Ditulis dalam ponsel, Tips

Tagged with , , , ,