kursiterbalik's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kesulitan Bahasa di Internet? Sebentar Lagi Lenyap…

with 3 comments

KOMPAS.com– Teknologi komunikasi memang telah menyusutkan hambatan jarak, tapi masih ada satu penghalang terakhir: bahasa. Sejauh ini bisnis hanya berkembang kalau ada yang bisa menjadi penghubung antarbahasa. Namun, para peneliti IBM mungkin bisa menjebol ‘tembok pembatas’ ini.

“n.Fluent” milik IBM

Perusahaan multinasional ini kini memperkerjakan 100 staff pada proyek internalnya yang dinamakan “n.Fluent”, plesetan yang bisa diartikan ‘memperfasih’, yaitu aplikasi untuk terjemahan instan pada berbagai platform.

“Kami memiliki situs antarmuka di mana URL situs lain bisa dimasukkan lalu aplikasi ini otomatis menerjemahkan situs tersebut,” tutur kepala bagian teknologi penerjemahan di laboratorium TJ Watson milik IBM di New York, Salim Roukos, pada CNN.

“Kami juga memiliki applikasi yang bisa Anda pautkan pada halaman situs sehingga bila dikunjungi tersedia menu pulldown untuk mengubah bahasa. Kemampuan untuk menerjemahkan situs sangat disukai para pelanggan kami, karena begitu situs itu diterjemahkan, maka semua link-nya juga diterjemahkan sehingga anda bisa menelusuri situs berbahasa asing dengan bahasa Inggris.

Saat ini piranti lunak itu masih dalam pengembangan dan hanya bisa dipakai pihak IBM, tapi niatnya proyek ini akan dipasarkan. Mereka juga mengembangkan versi untuk chatting dan browser ponsel.

“n.Fluent” dimulai di tahun 2006 sebagai salah satu dari 10 inovasi yang disponsori oleh pimpinan IBM Samuel J Palmisano. Perusahaan tersebut memutuskan bahwa penghalang bahasa adalah masalah penting, baik untuk bisnis global dan untuk perusahaan yang memiliki klien asing. Jadi IBM bertekad memecahkan masalah ini.

“Inti teknologinya masih dalam pengembangan, tapi cukup canggih karena bisa menerjemahkan berbagai bahasa dengan tajam,” kata Roukos.

IBM bukan satu-satunya jagoan teknologi yang tengah berusaha membobol batasan bahasa di dunia maya, karena Google kini juga sedang mengembangkan aplikasi yang bukan saja menerjemahkan situs, tapi juga pencarian di internet.

Saat ini, Google hanya mencari kata-kata dalam bahasa Inggris di internet dan juga memerlukan masukan dalam bahasa Inggris pula, tapi perusahaan ini berharap segera bisa menampilkan situs dari bahasa apapun pada para pengguna internet.

“Bayangkan bila ada fitur dalam pencarian internet yang bisa menerjemahkan permintaan pencarian ke semua bahasa lalu mencarinya ke semua situs di dunia,” komentar wakil presdir Google, Marissa Mayer pada Daily Telegraph baru-baru ini. “Lalu fitur penerjemah ini memakai bahasa yang anda kuasai untuk daftar hasil pencarian, dan bahkan juga menerjemahkan situs yang anda masuki dari daftar itu.”

Di luar dunia maya, NEC juga mengembangkan alat Tele Scouter, dengan harapan bahwa percakapan langsung bisa lebih lancar. Alat tersebut dikemukakan November 2009 lalu, berupa headset dan kaca mata yang bisa menerjemahkan percakapan vokal dan menampilkannya pada tampilan kecil di retina. Alat ini masih model percobaan, tapi NEC yakin nantinya bisa digunakan para teknisi untuk menerjemahkan manual.

Ramai-ramai menambah kosa-kata

Ungkapan dan jargon merupakan masalah sulit untuk piranti lunak penerjemah, maka “n.Fluent” didesain untuk belajar dari kesalahan dan menambahkan istilah-istilah baru dalam IBM. Caranya, proyek ini dibuka untuk seluruh staff IBM yang berjumlah 400.000 di seluruh dunia, lalu semua ramai-ramai menyumbangkan pengetahuan mereka untuk memberi masukan pada proyek ini. Insentif pemanis untuk berpartisipasi dalam proyek ini dinyatakan dalam bentuk hadiah dan juga dana amal, jadi makin berpartisipasi makin besar staff tersebut beramal. Tampilan antarmuka aplikasi ini memiliki window kecil dimana staff bisa mengkoreksi istilah-istilah.

“Banyak pegawai IBM bisa lebih dari satu bahasa, jadi kita bisa meminta bantuan mereka menerjemahkan dan memperbaiki kualitas aplikasi ini,” menurut David Lubensky, spesialis IBM untuk aspek ‘waktu-riil’ sistem penerjemah tersebut.

IBM yakin  bahwa teknologi ini bisa membantu untuk penyusunan manual teknis. Terjemahan yang tajam dan cepat untuk bahan petunjuk online bisa mengurangi jumlah penelpon pada pusat layanan pelanggan, dan ini bisa menghemat biaya. Dan juga “n.Fluent” bisa membantu perusahaan multinasional atau yang memiliki klien di luar negeri sehingga semua dokumen yang dikirim langsung disesuaikan bahasanya.

“Sejauh ini kami lumayan bagus untuk bahasa Spanyol, Perancis, Arab, dan Portugis,” kata Roukos, “Lebih sulit untuk bahasa Jepang, Cina, dan Korea, tapi kami sedang mengusahakannya. Bukan cuma struktur kalimatnya, tapi seberapa jauh bahasa itu bersifat eksplisit. Bahasa Cina lebih banyak asumsi kontekstualnya, dan urutan kata-katanya juga bisa berubah.”

Walau pengembangan secara ‘keroyokan’ ini sangat efektif untuk “n.Fluent” milik IBM, tapi cara pengerjaan oleh banyak orang secara terpisah-pisah ini juga masih perlu dibenahi.

“Ada dua tantangan,” kata Lubensky, “Pertama, sulit mendapatkan komunitas yang bisa bertahan lama dan antusias… Kedua adalah jaminan kualitas isinya. Seberapa berguna masukan itu? Seberapa banyak kesalahannya dan apa dampaknya?”

Pihak manapun yang berhasil merebut pangsa pasar, entah IBM, Google, atau lainnya yang juga berusaha menjembatani perbedaan bahasa, pastinya aplikasi penerjemah yang canggih bisa membuat dampak besar, dan para pelaku bisnis harus bersiap-siap. Sepertinya dunia akan menciut lagi.

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:58 pm

Ditulis dalam komputer & internet

Tagged with , , ,

Ditemukan, Tapal Batas Kota Malang Kuno

leave a comment »

MALANG, KOMPAS.com- Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang, beberapa waktu lalu telah mengekskavasi dua buah stambha dari Kelurahan Buring di Kota Malang. Temuan dari Zaman Majapahit ini diduga merupakan tapal batas wilayah Malang kuno.

Stambha atau batu tugu tersebut ditemukan di RT 2/RW 4 Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. Saat ditemukan, kondisi sebuah stambha masih utuh dan sebuah stambha lainnya terpotong sebagian dan hanya menyisakan sekitar 50 cm bagian atasnya.

Kondisi stambha yang ditemukan di bagian bawahnya berbentuk segi empat dan di bagian atas bersegi delapan. “Hingga kini fungsi stambha ini belum jelas. Namun diperkirakan ini merupakan penanda wilayah atau kerajaan,” tutur Suwardono-arkeolog bidang klasik yang turut membantu Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang, Kamis (14/1/10`0) di Malang.

Menurut Suwardono, stambha ini diperkirakan sebagai tugu tapal batas kerajaan atau kadipaten. Jika berdasar prasasti Wijayapranakramawardhana (Trenggalek), di daerah seputar Buring tersebut dahulunya merupakan bekas kerajaan Majapahit dengan ratunya Dyah Mahamahisi. Istananya berada di Kadipaten Kabalon atau yang sekarang dikenal sebagai Madyopuro. Jika berdasar Kitab Negarakertagama, dimungkinkan di sana juga bekas istana Kusumawardhani.

“Jika benar hal itu, maka tugu tersebut dimungkinkan merupakan tapal batas Kadipaten Kabalon. Ini bisa dihubungkan dengan sejarah Kota Malang kuno,” ujar Suwardono.

Stambha tersebut ditemukan di wilayah selatan Madyopuro. Jika dihubungkan dengan prasasti dan kitab tersebut, sangat dimungkinkan bahwa batas Kadipaten Kabalon tersebut di sisi selatan ditandai dengan stambha yang ditemukan, di sisi barat dibatasi oleh Sungai Brantas, dan di sisi Timur dibatasi oleh Buring (penandanya alam), dan di sebelah utara mestinya ada lagi sebuah stambha.

Saat ini, stambha tersebut dirawat di halaman Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang. Benda bersejarah peninggalan agama Hindu ini beratnya mencapai 700 kg, tinggi 110 cm, lebar dasar segi empat selebar 35 cm, jari-jari stambha selebar 42 cm.  

“Stambha seberat ini untuk mengangkatnya saja butuh enam orang. Sehingga memang saat ini dirawat di halaman museum, diberi semacam dasar (pedestal) dan dibersihkan secara rutin,” ujar Sumantri, juru rawat arca di Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang.

Jika merujuk pada bentuk stambha di mana bagian bawah bersegi empat dan di bagian atas bersegi delapan, maka menurut Suwardono dipastikan berkaitan erat dengan kebudayaan Hindu.

Segi empat dan delapan itu menggambarkan astadigpalaka atau delapan dewa penjaga mata angin. Yaitu Dewa Wisnu (sisi utara), Dewa Iswara (timur), Dewa Brahma (selatan), dan Mahadewa (barat).

Selain itu juga menggambarkan penjagaan Dewa Sangkara (di sisi timur laut), Dewa Agni (di sisi tenggara), Dewa Bayu (di sisi barat daya), dan Dewa Baruna (di sisi barat laut).

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:56 pm

Ditulis dalam Pengetahuan, Sejarah

Tagged with , ,

Inilah Alat Penyadap Ponsel

with 2 comments

LAS VEGAS, KOMPAS.com – Perusahaan Taser, yang umumnya dikenal untuk alat penyengat listriknya, telah membuat alat untuk memonitor penggunaan ponsel.

Taser ingin membantu para orang tua untuk mengambil alih pengaturan ponsel anak-anaknya.

“Intinya kami membawa cara pengasuhan tradisional ke dunia yang serba mobile ini,” kata pimpinan dan sekaligus pendiri Taser, Tom Smith, di pertunjukan elektronik konsumen di Las Vegas, Jumat (8/1/2010), ketika perusahaannya itu meluncurkan produk baru tersebut.

“Karena dengan memberikan ponsel pada anak anda, anda tak tahu dengan siapa mereka bicara, SMS atau gambar apa yang mereka kirim, dan lainnya,” ujar Smith.

Alat yang dinamakan “Mobile Protector” itu bisa memperlihatkan segala panggilan dan pesan yang keluar masuk ponsel anak anda pada layarnya, lalu anda bisa mendengarkan pembicaraannya atau memblok nomor-nomor tertentu. Alat itu bisa disambungkan ke komputeratau telepon rumah anda.

“Awalnya anda bisa mengendalikan sepenuhnya, tapi seiring sang anak makin dewasa dan bisa dipercaya maka anda bisa mulai melonggarkan kendali,” kata Smith.

Alat itu bisa memberi tanda bila nomor tak dikenal masuk ke ponsel anak anda. “Tinggal klik satu tombol anda bisa memblok panggilan itu, atau bahkan mengambil alih menjawab dulu sebelum diteruskan ke ponsel anak anda.” Sementara nomor-nomor yang sudah masuk daftar ‘OK’ tak akan memunculkan peringatan lagi.

Tapi, menurut Smith, kalau untuk menguping ke pembicaraan ponsel anak anda, akan ada peringatan juga di ponselnya, karena ini bukan alat untuk memata-matai, tetapi memerlukan kerja sama dua arah.  Segala SMS dan MMS juga bisa disaring.

Alat ini juga bisa menon-aktifkan ponsel anak anda untuk sementara. Jadi kalau anak anda bandel salah satu pilihan tindakan disiplin selain menyuruhnya ke kamar adalah menon-aktifkan ponselnya, dan anda tak perlu repot berdebat dan bergulat merebut ponselnya lagi, cukup dimatikan dari “Mobile Protector” saja.

Bahkan perangkat GPS juga memungkinkan melacak keberadaan anak anda lewat ponselnya. Jadi selain untuk mengawasi perilaku anak anda, alat ini juga bisa berguna di keadaan darurat seperti untuk melacak anak yang hilang.

“Saya bisa melihat catatan data dan alat ini bisa memperlihatkan tempat terakhir ponsel anak anda terlacak, dan juga panggilan dan SMS terakhir.”

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:53 pm

Ditulis dalam Pengetahuan

Tagged with , , ,

Misi “Deep Impact” dan “Armageddon” Rusia

leave a comment »

KOMPAS.com – Misi ‘hanya dalam film’ melindungi Bumi dari tubrukan asteroid, seperti gambaran film Deep Impact dan Armageddon sedang disusun badan luar angkasa Rusia. Kabar itu diembuskan kantor berita Associated Press (AP), Rabu lalu, mengutip pernyataan Kepala Badan Luar Angkasa Rusia Anatoly Perminov.

Meski ada keraguan Amerika Serikat, negara paling menonjol dalam misi luar angkasa, Rusia tetap berpendapat rencana tersebut layak diwujudkan. Daripada duduk diam dan menunggu tubrukan asteroid atau benda-benda langit ke Bumi dengan korban ratusan ribu jiwa, menurut Perminov, tetap lebih baik melakukan sesuatu untuk menghindarinya dengan ongkos triliunan rupiah.

Bedanya dengan misi ”Deep Impact” dan ”Armageddon”, misi menghadang asteroid tidak akan menggunakan nuklir. Namun, Perminov enggan mengungkap detail yang direncanakan. Yang jelas, Rusia bermaksud menggandeng badan luar angkasa AS, Eropa, China, dan negara lain untuk proyek tersebut.

Asteroid pengancam Bumi saat ini diidentifikasi sebagai Apophis, asteroid berukuran 270 meter yang pertama kali ditemukan tahun 2004. Para astronom memperkirakan, Apophis akan bertubrukan dengan Bumi pertama kali pada 2029 dengan kemungkinan 1 banding 37. Meski sangat kecil, kemungkinan tubrukan itu diperkirakan ketika jarak asteroid dengan Bumi sekitar 29.450 kilometer. Sementara, NASA memperkirakan kemungkinan tubrukan pada tahun 2036 dengan perbandingan 1 banding 45.000.

Oktober lalu, setelah para peneliti mengalkulasi ulang garis edar asteroid, NASA mengubah estimasinya menjadi 1 banding 250.000. Sejauh ini, para ahli di dunia memiliki berbagai teori untuk membelokkan benda-benda luar angkasa dari kemungkinan menabrak Bumi. Di antaranya, mengirim satelit untuk mengitari asteroid dan secara perlahan membelokkan arah asteroid. Sebagian ahli lain menyarankan mengirimkan kendaraan luar angkasa untuk menabrak asteroid atau meledakkannya dengan bahan nuklir. Di tengah berbagai pro-kontra, rencana Rusia itu dinilai sebagai pengakuan dunia terhadap bahaya benda-benda angkasa terhadap Bumi.

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:50 pm

Ditulis dalam luar angkasa

Tagged with , , ,

Makam Cao Cao, Tokoh Legendaris Romance of Three Kingdoms

with one comment

BEIJING, KOMPAS.com — Para arkeolog China telah menemukan makam yang kemungkinan adalah milik Cao Cao, jenderal dan penguasa legendaris dari abad ketiga yang menjadi gambaran politisi licik di cerita rakyat China. Surat kabarChina Daily memuat pernyataan para arkeolog bahwa makam itu ditemukan di Desa Xigaoxue, dekat Kota Anyang, di Provinsi Henan tengah. Luasnya 740 meter persegi, dengan jalur sepanjang 40 meter yang berujung pada ruang bawah tanah.

Para pakar sejarah menyatakan bahwa bakat militer dan politik Cao Cao begitu cemerlang sehingga ia berhasil membangun kerajaan terkuat dan termakmur di China utara selama masa “Tiga Kerajaan”, yaitu dari tahun 208 hingga 280 Masehi, ketika China terbagi menjadi tiga.

Tokoh Cao Cao pada opera china tradisional dan juga di novel sejarah China yang paling populer, “Romance of the Three Kingdoms”, sering kali ditampilkan sebagai penjahat yang licik dan menghalalkan segala cara. Dalam penokohan fiksinya, Cao Cao konon berkata, “Lebih baik aku menyalahi dunia daripada dunia menyalahi aku.”

Dari makam tersebut, dalam penggalian selama setahun, telah ditemukan sisa tulang-belulang dari tiga orang dan lebih dari 250 relikui. Begitulah tutur para arkeolog China. Sisa kerangka-kerangka manusia itu telah diidentifikasikan sebagai seorang pria berumur sekitar 60 tahun dan dua wanita, satu berusia sekitar 50 tahun dan satu lagi sekitar 20 sampai 25 tahun.
 
Para ahli mengatakan bahwa sang pria tersebut adalah Cao Cao, yang meninggal pada usia 65 tahun tahun 220 Masehi. Wanita yang lebih tua adalah permaisurinya, dan wanita muda itu adalah pelayannya. Laporan arkeolog juga menyatakan bahwa di antara temuan relikui terdapat lukisan di batu yang menggambarkan kehidupan sehari-hari pada masa Cao Cao, dan beberapa loh batu bertuliskan daftar barang persembahan, dan juga sejumlah barang-barang pribadi milik Cao Cao.

Laporan arkeolog juga mencatat insiden penyitaan loh batu bertuliskan “Raja Wu dari Wei”, yaitu gelar anumerta Cao Cao, dari sejumlah orang yang berusaha mencurinya dari makam itu.

“Batu-batu bertuliskan gelar anumerta Cao Cao itu merupakan bukti terkuat,” kata arkeolog Liu Qingzhu, dari Akademi Ilmu Sosial China. “Kecuali makam Cao Cao sendiri, tak ada makam lain yang bisa memiliki begitu banyak relikui bertuliskan gelar anumerta Cao Cao.”

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:47 pm

Mengajar Pakai Ponsel, Asyik Lho

leave a comment »

WESLEY CHAPEL, KOMPAS.com – Murid-murid SMA itu duduk menunggu tugas dari guru bahasa Spanyol mereka, Ariana Leonard. “Keluarkan ponsel kalian,” katanya dalam bahasa Spanyol.

Para remaja itu pun mengeluarkan berbagai ponsel warni, tak ketinggalan iPhone dan SideKick. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok lalu Leonard mengirimi mereka SMS berbahasa Spanyol, “Temukan sesuatu yang hijau,” ; “Pergi ke kantin,” ; “Berfotolah bersama sekertaris sekolah.”

Kelas Leonard di SMU Wiregrass Ranch, di Wesley Chapel, yaitu daerah kelas menengah di pinggir kota Florida, 30 mil di utara Tampa, madalah salah satu kelas di Amerika yang mulai meninggalkan peraturan lama yang melarang penggunaan ponsel selama belajar.

Mereka , dan malah menggunakan teknologi ini untuk pembelajaran di kelas. Pelajaran kosa kota bahasa Spanyol dikemas dalam permainan perburuan secara digital. SMS juga digunakan untuk mengingatkan siswa untuk menyelesaikan PR.

“Saya bisa melakukan berbagai hal dengan ponsel saya, jadi mengapa tidak dipakai untuk mengajar juga?” tutur Leonard, “Sesuatu seperti ponsel yang sehari-hari mereka pakai bersenang-senang, bisa memberikan mereka alternatif baru untuk belajar di luar kelas.”

Selama ini sangat dikhawatrikan bahwa para siswa bisa menggunakan ponsel untuk mencontek atau mengambil foto yang tak senonoh. Tapi seiring teknologi ini menjadi lebih murah, lebih canggih, dan lebih mendarah-daging dalam kehidupan para siswa maka mentalitas itu mulai berubah juga.

“Cara ini memanfaatkan kecintaan anak-anak pada teknologi terkini,” kata Dan Domevech, direktur dari lembaga nirlaba Asosiasi Amerika untuk Administrator Sekolah. “Anak-anak lebih termotivasi untuk memakai ponsel mereka untuk tujuan yang mendidik.”

Ponsel kini bisa disamakan dengan komputer kecil – bisa mengecek email, melakukan pencarian on-line, dan merekam podcast. Sementara kebanyakan sekolah di daerah tak mampu memberikan komputer untuk tiap murid.

“Karena banyaknya berita tentang pelarangan ponsel dan betapa negatifnya pengaruh ponsel, kebanyakan orang tak berpikir bahwa ponsel bisa dipakai secara positif dan mendidik,” kata Liz Kolb, pengarang buku “From Toy to Tool: Cell Phones in Learning” (Dari Mainan jadi Alat: Ponsel untuk Pembelajaran).

Bahkan pihak-pihak yang memiliki kebijakan anti-ponsel yang ketat juga mengakui bahwa suatu saat mereka harus berubah.

“Kami tak bisa menghindarinya,” kata Bill Husfelt, pengawas dari sekolah-sekolah daerah Bay County, daerah utara Florida dimana 27,000 siswa tak diperbolehkan memakai ponsel di sekolah. “Tapi terlebih dahulu kita harus lebih memikirkan cara untuk mencegah penyalahgunaan ponsel.”

71 persen remaja di Amerika telah tercatat memiliki ponsel sejak awal 2008, menurut survei dari proyek ‘Internet dan Kehidupan Amerika’ oleh pusat penelitian Pew. Persentase itu konsisten terhadap variasi ras, pendapatan, atau faktor demografis lainnya. Sementara banyak sekolah terhitung ‘gap-tek’ dibanding rumah tangga yang sudah memiliki jaringan intranet, internet nirkabel, dan tiap anggota keluarga sudah memiliki smartphone.

Kebanyakan sekolah masih membatasi pemakaian ponsel – dan memang alasannya kuat. Di daerah pengawasan Husfelt, tujuh siswa baru-baru ini ditindak karena berkelahi di kampus, yang menurut Husfelt dipicu dari SMS.

Di bagian lainnya di Amerika, sejumlah remaja telah ditangkap karena melakukan “sexting” – yaitu mengambil foto tak senonoh lalu menyebarkannya lewat ponsel. Para siswa juga memakai ponsel untuk mencontek. Dalam suatu polling, lebih dari 35 persen remaja mengaku pernah mencontek lewat ponsel.

Tapi ponsel kini begitu menjamur sehingga repot untuk disita semua oleh guru.

“Menyita ponsel dan menghadapi sang siswa menyebabkan konflik,” kata Husfelt, “ini terlalu mengganggu.”

Para guru yang telah memakai ponsel dalam pembelajaran dalam kelas mereka mengaku bahwa kebanyakan murid taat pada peraturan mereka. Mereka mengingatkan bahwa kecurangan dan pertengkaran antara siswa pasti ada dengan atau tanpa ponsel, dan kalau ponsel diperbolehkan, keinginan untuk penyalahgunaan bisa berkurang.

“Anak-anak bisa curang dengan kertas dan bolpen. Mereka saling bertukar contekan,” kata Kipp Rogers, kepsek dari Passage Middle School,  Virginia, “pastinya kertas tak bisa dilarang.”

Rogers mulai memakai ponsel sebagai alat di institusinya beberapa tahun lalu, ketika ia mengajar kelas matematika dan kekurangan kalkulator untuk ujian. Ia membiarkan para muridnya memakai ponsel. 12 kelas, termasuk matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, kini memakai ponsel sebagai alat bantu. Para siswa bisa melakukan riset lewat

SMS atau internet di ponsel. Para guru bisa membuat blog (web log, catatan di situs internet). Para siswa bisa bisa memakai kamera ponsel untuk mengambil foto dan memasukkannya pada tugas sekolah.

Kelas-kelas itu seringkali dibagi beberapa kelompok, kalau-kalau ada beberapa siswa yang tak memiliki ponsel.

Di Pulaski, Wisconsin, kira-kira 210 km di utara Milwaukee, seorang guru bahasa Spanyol, Katie Titler telah menugaskan para siswanya untuk merekam suara masing-masing di ponsel untuk ujian wacana.

“Khususnya untuk pelajaran bahasa asing, cara ini sangat baik untuk menilai kemampuan bicara secara formal atau informal, yang mana sulit dilakukan secara rutin karena besarnya kelas dan keterbatasan waktu,” jelas Titler.

Jimbo Lamb, seorang guru matematika di suatu sekolah sekitar Annville-Cleona, di selatan Pennsylvania Tengah, menyuruh para siswa menjawab pertanyaan lewat ponsel mereka dalam suatu situs polling internet. Dengan seketika ia bisa tahu jumlah siswa yang paham.

“Teknologi ini membantu para guru agar lebih produktif,” katanya.  

Anda para guru di Indonesia, tertarik untuk meniru ?

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:40 pm

Ditulis dalam Pendidikan, ponsel

Tagged with , , ,

Secara Sains, Isu Kiamat 2012 Hanya Isapan Jempol…

with 3 comments

KOMPAS.com – Film 2012 yang ditayangkan di bioskop menyita perhatian publik di tanah air. Meskipun larangan menonton muncul dari Majelis Ulama Indonesia di berbagai daerah, antrean panjang calon penonton justru kian panjang.

Publik semakin penasaran, sementara di lain pihak MUI khawatir film ini bisa mengguncang keyakinan iman penonton. Titik kontroversi dari film Hollywood ini tidak lain adalah adegan kiamat yang menjadi pesan cerita film ini.

Padahal, jika dikaitkan dengan kajian sains, film ini tidak lain berangkat dari isapan jempol belaka. Ide kiamat di film ini berangkat dari ramalan Suku Maya bahwa pada 21 Desember 2012 akan terjadi kiamat di bumi.

Avivah Yamani dari Langit Selatan menepis ramalan ini. Ia mengatakan, prediksi kiamat bangsa Maya pada 21-12-2012 tidak lain karena di tanggal itu adalah akhir dari siklus kalender. Atau, dengan kata lain kehabisan angka. Sebab, penanggalan Maya berlandaskan sistem bi-desimal (bilangan 20).

Kejanggalan lain adalah mengenai bergesernya kerak dan lempeng bumi secara ekstrim akibat pengaruh badai Matahari seperti yang digambarkan di film itu. Di 2012 digambarkan bahwa lidah Matahari dapat menghasilkan neutrinos, yaitu semacam gelombang microwave yang dapat memanaskan suhu inti bumi.

Padahal, seperti yang diungkapkan Dhani Herdiwijaya, ahli Fisika Matahari dari Institut Teknologi Bandung, lidah Matahari adalah fenomena umum yang terjadi sepanjang siklus keaktifan Matahari selama 11 tahun. Aktifnya Matahari ini ditandai dengan kemunculan bintik hitam di permukaan.

Saat bintik hitam muncul, di perut Matahari terjadi rotasi aliran massa yang dapat mempengaruhi gaya medan magnetnya. Pada puncak aktivitasnya, medan magnet ini berpusar hingga menembus ke lapisan fotosfer.

Temperaturnya 4.000 4.500 derajat Kelvin, sangat kontras dengan suhu di sekelilingnya sebesar 5.800 derajat Kelvin. Aktivitas medan magnetik yang kuat di bintik matahari ini dapat memanaskan lapisan kromosfer Matahari dan menimbulkan flare (ledakan cahaya) dan Corona Mass Injection (CME).

Aktivitas Flare dan CME yang tinggi bisa menimbulkan badai antariksa. Partikel-partikel terlontar yang sampai ke bumi berdampak signifikan pada iklim di Bumi dan dapat juga menimbulkan badai magnetik yang bisa menganggu komunikasi radio.

Pendinginan global

Yang jadi persoalan, ucapnya, saat ini tengah terjadi kecenderungan penurunan aktivitas Matahari. Tingkat radiasi medan magnetik Matahari terus turun. Kini berada di titik minimal. Dalam beberapa tahun terakhir, bintik matahari juga sangat jarang terbentuk.

Untuk itu, ia merasa tidak yakin jika di 2012 bakal terjadi badai Matahari ekstrim seperti yang dispekulasikan masyarakat. Yang orang-orang tahu saat ini, Bumi tengah terjadi pemanasan global. “Padahal, sebetulnya, kita juga tengah menghadapi kemungkinan kondisi global cooling,” ujar Dhani kemudian.

Jadi, jika pun terjadi kiamat, itu bisa jadi karena kita tidak dapat menggunakan peralatan telepon, televisi, dan jaringan komunikasi, secara sementara akibat pengaruh serangan gelombang elektromagnetik dari badai Matahari. Itu pun jika terjadi…

Written by avetheo

Januari 16, 2010 at 12:39 pm

Ditulis dalam Pengetahuan

Tagged with ,